"Tik tok tik tok tik tok" detik demi detik terus berlalu cepat meninggalkan semua yang memang seharusnya ditinggalkan. Aliran darahku melaju cepat memacu detak jantung yang semakin keras, semakin cepat, semakin keras, semakin keras.. Terlintas bayangan-bayangan secepat kilat di dalam pikiran yang penuh dengan angan-angan kosong. Rumit, berbelit-belit, melilit-lilit..
Entah mana yang paling penting diantara semua yang memang penting harus dituangkan lebih dahulu diantara semua yang harus tertuang.. Walaupun aku tahu semua hanyalah tentang beratnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sebagai manusia, sejak lahir kita dianugrahkan sesuatu yang sangat luar biasa adanya. Yang pasti kekuasaan sang Maha kreator itu seharusnya membuat kita berpikir bahwa kita di dunia tengah diuji, bahkan dengan hak kita sendiri. Dunia ini seakan tempat pesta pora manusia.
Adanya, Tuhan tak pernah sekalipun menghukum manusia di dunia ini, melainkan hanya memberi peringatan-peringatan dengan adanya agama-agama, pemuka-pemuka agama, nasihat, khotbah, ceramah para ahli agama, serta kitab-kitab yang dinilai suci karena berisi perintah-perintah Tuhan yang harus dipatuhi oleh manusia.
Tuhan menganugrahkan manusia "hak" dalam hidup di dunia. Ia tahu pasti dan pasti tahu bahwa manusia akan biadab, berengsek, hina, hancur, kafir, bangsat, keparat, durhaka ketika menggunakan "hak" yang Ia anugrahkan ketika disalahgunakan oleh manusia.
Entah apa yang membuat "hak" lebih bermakna saat dijadikan tameng bagi kebusukan-kebusukan, kejahatan-kejahatan, kedengkian-kedengkian, dan kehinaan-kehinaan. Dimana "hak" bersembunyi ketika dibutuhkan sebagai pedang yang tajam saat kemiskinan, kelaparan, kesulitan, serta kesedihan harus ditumbangkan?
Seorang temanku, di gedung kampus yang padat dengan para mahasiswi yang tengah berdiskusi membakar sebatang rokok dan mulai menikmati setiap hisapan rokok tersebut. Kepulan asap yang nikmat baginya itu ternyata membuat sengsara para mahasiswi yang ada di sebelahnya karena asap tersebut mengganggu aktifitas bernafas mereka.Spontan seorang mahasiswi dari kumpulan tersebut yang duduk disebelah temanku protes, dengan sopan dan lembut ia berkata "Mas, maaf ya.. Asep roko'nya ganggu nih.. tolong dimatiin ya mas roko'nya, kita jadi pada sesek nih..", temanku itu menjawab "Ya lo pindah aja sana..". Mahasiswi geram karena jawaban temanku itu, lalu ia berkata "Hargai donk hak orang yang ga ngroko', menghirup udara bebas!!", temanku menimpali "Lo tuh yang harusnya menghargai hak orang yang ngroko'!". Mahasiswi jadi galak berkata "Gua ga nglarang lo ngroko', tapi jangan di sini ngroko'nya.. gatau aturan banget sih lo!!", temanku jengkel, ia nyahut lagi "Kaga ada aturan gedung dilarang ngroko' disini!! Ada juga aturan lo! Sapa sih mank lo mo ngatur gua?? Gua bayar kali di sini!!" mahasiswi tidak mau kalah berkata "Gua juga bayar di sini, gua punya hak di sini! Ga tau diri banget si lo jadi cowok cerewet!! Banci lo beraninya ma cewek!! Gua sumpahin kena penyakit jantung lo, kanker, impotensi!!".Entah karena sebab apa temenku akhirnya pergi mengalah meninggalkan para mahasiswi tersebut tanpa sepatah katapun. Mungkin karena dia merasa bukan banci , mungkin juga karena dia merasa tahu diri, atau dia takut kena sumpah. Ilustrasi di atas saya tuliskan sebagai contoh bahwa manusia umumnya menggunakan "hak" nya sebagai pedang dan tameng bagai seorang kesatria perang yang menggunakan pedang dan tameng tersebutpada saat bertempur berusaha mengalahkan musuh-musuhnya yang memiliki pedang dan tameng juga untuk bertarung. Kerap kali "hak" dijadikan senjata dan alat perlindungan bagi kita untuk menindas "hak" orang lain dan mempertahankan "hak" kita sendiri. Seakan kita lupa, selain "hak", Tuhan juga menganugrahkan kita "kewajiban". Kadang kita lupa bahwa "hak " dibatasi oleh "kewajiban", dan "kewajiban" dibatasi oleh "hak". Entah mungkin karena manusia rata-rata egois, kadang "kewajiban" dilupakan secara sengaja atau tidak sengaja. Ada juga yang mem-paket-kan "hak" dan "kewajiban", maka "hak" adalah "kewajiban", dan "kewajiban" adalah "hak". Memenuhi "hak" adalah "kewajiban", dan menunaikan "kewajiban" adalah "hak". Samar, kelabu, dan abu-abu. Itulah "hak' dan "kewajiban".
Maka untuk membenahi rumitnya masalah antara "hak" dan "kewajiban" yang selalu menciptakan masalah yang rumit diperlukan solidariritas dan toleransi, saling menghargai dan menghormati, saling mencintai, dan saling menyayangi akan membuat kita mengerti lebih jelas tentang "hak" dan "kewajiban" yang makna sebenarnya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kita akrab dengan kata-kata solidaritas, toleransi, cinta, sayang, menghormati, dan menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Namun seakan kita tidak mengerti maknanya.
Tidak dapat dipungkiri kita telah banyak dibodohi oleh sinetron-sinetron dan lagu-lagu cinta yang hanya membahas cinta dalam konteks yang sempit. Apabila tidak, maka antara "hak" dan "kewajiban" setiap orang tentunya tidak akan pernah bentrok karena ada pihak yang mau mengalah, bujaksana, dan tidak membesarkan masalah-masalah yang kecil karena perbedaan "hak" dan "kewajiban" diantaranya. Mengalah bukan berarti kalah, diam tak selamanya berarti bodoh.
Hentikanlah mencari mana yang benar dan mana yang salah, temukanlah mana yang baik untuk bersama. Tuhan maha tahu, Dia yang berhak menghukum dan mengadili. Percayalah bahwa "hak"-Nya lah yang benar-benar nyata, bukan "hak" kita, "kewajiban" kita.
Setidaknya kita menghindar dari masalah yang rumit hanya karena kuat-kuatan "hak" dan "kewajiban". Setiap yang kita lakukan ada resikonya, tak bisa kita hindari melainkan hanya meminimalkan resiko tersebut. Kuncinya adalah kasih sayang, dengan kasih sayang yang tulus dan sepenuh hati kita bisa dapatkan segalanya. Sedikit pengorbanan tak ada artinya dibandingkan apa yang bisa kita dapatkan dengan kasih sayang, karena pada dasarnya manusia itu lemah, butuh perlindungan dan kasih sayang.
kami berkemejaaa!!!!
3 years ago

6 comments:
boz gokilz juga lo ya nilai di taro di blog, cuma comment ni bwat tgs
mmm...
kalo ngomongin c hak ma pacarnya,,c kewajiban,,hehehe..mank ga ada habisnya c..
tp,,yg paling penting,,apapun yg qt lakuin didasari kasih,,ketulusan..n qt bakal ngerasain tu bkn sbuah pengorbanan..tp anugrah..bahwa qt bisa berbuat baik,,seperti apa yg sudah Sang Maha berikan untuk qt..
sampai detik ini..
hohoho...
(pada nti'y c,,,setuju lah sama tulisan lo boz!!hhe...)
gokil maknyus...
mungkin kasih sayang dapat membedakan antara Hak dan Kewajiban!
yupz bagus Boz blog Nya...
mbe... foto lu dlu cupu bgt yach.... hahahaha........
Post a Comment